Contoh penggunaan 5M dalam kegiatan pembelajaran

Dalam pembelajaran berbasis Saintifik, kita mengenal istilah 5M yang merupakan singkatan dari Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasikan dan Mengomunikasikan. Lalu bagaimana sih penerapan 5M ini dalam pembelajaran?, berikut ini kami berikan contoh penerapan 5M dalam kegiatan pembelajaran.


Contoh Penggunaan 5M Dalam Kegiatan Pembelajaran

 1. Mengamati

Peserta didik menggunakan panca inderanya yang sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Misalnya untuk pembelajaran IPA peserta didik mengamati pelangi, untuk mata pelajaran Bahasa Inggris peserta didik mendengarkan percakapan, Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia peserta didik membaca teks, dan untuk mata pelajaran IPS peserta didik mengamati banjir. Peserta didik dapat mengamati fenomena secara langsung maupun melalui media audio visual.

Guru dapat membantu peserta didik mengiventarisasi segala sesuatu yang belum di ketahui tersebut.

2. Menanya

Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang apa yang tidak diketahui atau belum dapat dilakukan terkait dengan fenomena yang diamati. Pertanyaan -pertanyaan  yang diajukan dapat mencakup pertanyaan - pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural, sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Hasil kegiatan ini adalah serangkaian pertanyaan peserta didik yang relevan dengan indikator - indikator KD. Pada langkah ini guru membantu peserta peserta didik merumuskan pertanyaan berdasarkan daftar hal-hal yang perlu/ ingin diketahui agar dapat melakukan/ menciptakan sesuatu.

3.Mengumpulkan informasi/ Eksperimen

Peserta didik mengumpulkan data melalui berbagai teknik, misalnya melakukan eksperimen, mengamati, objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan narasumber, membaca buku pelajaran, dan sumber lain diantaranya buku referensi, kamus, ensiklopedia, media massa, atau serangkaian data statistik.

Guru menyediakan sumber-sumber belajar, lembar kerja (worksheet), media, alat peraga/ peralatan eksperimen, dan sebagainya. Guru juga membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk mengisi lembar kerja, menggali informasi tambahan yang dapat dilakukan secara berulang - ulang sampai peserta didik memperoleh informasi atau data yang dibutuhkan. Hasil kegiatan ini adalah serangkaian data atau informasi yang relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan oleh peserta didik.

4. Mengasosiasiakan/ Mengolah informasi

Peserta didik menggunakan data atau informasi yang sudah dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan  yang mereka rumuskan.

Pada langkah ini guru mengarahkan agar peserta didik dapat menghubung - hubungkan data/ informasi yang diperoleh untuk menarik kesimpulan. Hasil akhir dari tahap ini  adalah simpulan - simpulan yang merupakan jawaban atas pertanyaan yang dirumuskan pada langkah menanya.

5. Mengomunikasikan

Peserta didik menyampaikan jawaban terhadap pertanyaan - pertanyaan yang ada secara lisan dan/atau tertulis atau melalui media lain. Pada tahapan pembelajaran ini peserta didik dapat juga memajang/memamerkan hasilnya di ruang kelas, atau mengunggah (upload) pada blog yang dimiliki.

Guru memberikan umpan baik, meluruskan, memberikan penguatan, serta memberikan penjelasan/ informasi lebih luas. Guru membantu peserta didik untuk menentukan butir - butir penting dan simpulan yang akan di presentasikan, baik dengan atau tanpa memanfaatkan teknologi informasi.

Demikian penjabaran singkat Contoh penggunaan 5M dalam kegiatan pembelajaran, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Belum ada Komentar untuk "Contoh penggunaan 5M dalam kegiatan pembelajaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel