Konsep Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

Menurut Resnick (1987) yang dimaksud dengan Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi yaitu "proses berpikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar".

Menurut Taksonomi Bloom kertampilan di bagi menjadi 2 macam yaitu :

  1. ketrampilan tingkat rendah yang meliputi mengingat, memahami dan menerapkan
  2. Ketrampilan berpikir tingkat tinggi yang meliputi menganalisis (Analyzing), mengevaluasi (Evaluating) dan Mencipta (Creating)



Pembelajaran yang berorientasi pada Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi yang kita kenal dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) melibatkan 3 Aspek Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi diantaranya yaitu :

  1. Transfer of knowledge (Transfer Pengetahuan)
  2. Critical and creative thinking (Berpikir Kritis dan Kreatif)
  3. Problem solving (Penyelesaian Masalah)

Dalam proses pembelajaran ketrampilan berpikir tingkat tinggi tidak memandang level KD, apakah KD nya berada pada tingkatan CI, C2, C3, C4, C5 atau C6.

Berikut adalah penjabaran dari 3 aspek  pembelajaran ketrampilan berpikir tingkat tinggi yang meliputi Transfer of knowledge, Critical and creative thinking dan Problem solving.

1. Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Transfer of knowledge

Ketrampilan berpikir tingkat tinggi sebagai Transfer of knowledge mencakup ranah kognitif, ranah akfektif dan ranah psikomotor.

a. Ranah Kognitif

Ranah kognitif meliputi kemampuan dari peserta didik dalam mengulang atau menyatakan kembali konsep / prinsip yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran yang telah didapatnya.

Tujuan pembelajaran pada ranah kognitif menurut Bloom merupakan segala aktivitas pembelajaran menjadi enam tingkatan sesuai dengan jenjang terendah sampai tertinggi. Diantaranya yaitu C1 (Mengingat), C2 (Memahami), C3 (Menerapkan/Mengaplikasikan), C4 (Menganalisis), C5 (Menilai/Mengevaluasi) dan C6 (Mengkreasi/Mencipta).

b. Ranah Afektif

Kartwohl & Bloom juga menjelaskan bahwa selain kognitif , terdapat ranah efektif yang berhubungan dengan sikap, nilai, perasaan, emosi serta derajat penerimaan atau penolakan suatu objek dalam kegiatan pembelajaran dan membagi ranah efektif menjadi 5 kategori, yaitu A1 (Penerimaan), A2 (Menanggapi), A3 (Penilaian), A4 (Mengelola) dan A5 (Karakterisasi).

c. Ranah Psikomotor

Ranah Psikomotor merupakan keterampilan dalam melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota tubuh yang berkaiitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan pada gerak dasar, perseptual, ketepatan,keterampilan kompleks, ekspresif, dana interperatif.

Proses Psikomotor meliputi P1 (Imitasi) P2 (Manipulasi) P3 (Presisi) P4 (Artikulasi) dan P5 (Naturalisasi).

2. Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Critical and creative thinking

John Dewey Mengemukakan bahwa berfikir kritis secara esensial sebagai sebuah proses aktif, dimana seseorang berpikir segala hal secara mendalam, mengajukan berbagai pertanyaan, menemukan informasi yang relevan dari pada menunggu informasi secara pasif (Fisher,2009)

Berpikir kritis merupakan proses dimana segala apengetahuan dan keterampilan dikerahkan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis semua asumsi yang muncul dan melakukan investigasi atau penelitian baerdasarkan data dan informasi yang telah didapatkan sehingga mengasilkan informasi atau simpilan yang diinginkan.

Elemen dasar tahapan keterampilan berpikir kritis, yaitu FRISCO:

F (Fokus) = Mengidentifikasimasalah dengan baik.
R (Reason) = Alasan - alasan yang diberikan bersifat logis atau tidak untuk disimpulkan seperti yang telah ditentukan dalam permasalahan.
I (Inference) = Jika alasan yang dikembangkan adalah tepat, maka alaasan tersebut harus cukup sampai pada kesimpulan yang sebenarnya.
S (Situation) = Membandingkan dengan situasi yang sebenarnya.
C (Clarity) = Harus ada kejelasan istilah maupun penjelasan yang digunakan pada argumen sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengambil kesimpulan.
O (Overview) = Pengecekan terhadap sesuatu yang telah ditemukan, diputuskan, diperhatikan, dipelajari dan disimpulkan.

Keterampilan berpikir kritis dan kreatif berperan penting dalam mempersiapkan peserta didik agar menjadi pemecah masalah yang baik dan mampu membuat keputusan maupun kesimpulan yang matang dan mampu dipertanggungjawabkan secara akademis.

3. Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi sebagai Problem Solving

Keterampilan berpikir tingkat tinggi sebagai Problem Sloving diperlukan dalam proses pembelajaran, karna pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan pembelajaran berorientasi pada keterampilan tingkat tinggi tidak dapat dipisahkan dari kombinasi keterampilan berpikir dan keterampilan kreativitas untuk pemecah masalah.

Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan para ahli yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah yang muncul pada kehidupan sehari - hari.

Menurut Mourtos, Okamoto dan Rhee (16) ada enam aspek yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana keterampilan pemecahan masalah peserta didik yaitu : 

  1. Menentukan masalah 
  2. Mengeksplorasi masalah
  3. Merencanakan soslusi
  4. Melaksanakan rencana
  5. Memeriksa solusi
  6. Mengevaluasi

Belum ada Komentar untuk "Konsep Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel